Karena merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumberdaya manusia sehingga banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan PAUD. Di Indonesia sesuai dengan pasal 28 Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah ditempatkan sejajar dengan pendidikan lainnya bahkan pada puncak peringatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2003, Presiden Republik Indonesia telah mencanangkan pelaksanaan pendidikan anak Usia Dini di seluruh Indonesia demi kepentingan terbaik anak Indonesia.
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, emosi, spiritual), sosio emosional (sikap perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi sesuai dengan keunikan, dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Beberapa jalur program PAUD diselenggarakan melalui tiga jalur : Jalur Formal TK (taman kanak kanak), RA (rumah anak), atau bentuk lain sederajat, Jalur Non Formal melalui kelompok bermain, Taman Penitipan anak, satuan PAUD sejenis (BKB / Bina Keluarga Balita, Posyandu) dan Jalur Informal yaitu pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. Adapun beberapa metode yang digunakan tenaga pendidik dalam proses pembelajaran yaitu : bercerita, praktek, drama/bermain peran, field visit, diskusi, menyanyi bermain terbimbing, bermain bebas.
Sementara itu sasaran akhir program Pendidikan Anak Usia Dini adalah anak usia 0-6 tahun. Untuk mencapai sasaran ini diperlukan : orang tua yang memiliki anak usia 0-6 tahun, pendidik dan pengelola lembaga anak usia dini dan lembaga atau masyarakat yang menyelenggarakan PAUD.
Dalam satu penelitian yang dilakukan di salah satu Kabupaten di Indonesia tentang perbedaan kualitas anak lulusan PAUD dan tidak dan sejauh mana itu mempengaruhi hasil pembelajaran cukup mencengangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bermanfaat terhadap hasil belajar siswa Sekolah Dasar. Pendidikan anak usia dini memberikan manfaat terhadap hasil belajar membaca di sekolah dasar. Hal ini terbukti di sekolah yang banyak siswa tamat PAUD hasil belajar siswa tersebut cenderung sangat pintar, pintar dan kurang pintar dalam membaca, menulis dan berhitung tidak ditemukan siswa yang tidak pintar. Sedangkan siswa tidak tamat PAUD tidak ditemukan siswa yang sangat pintar, kategori yang dimiliki oleh siswa tidak tamat PAUD hanya pintar, kurang pintar dan ditemukan beberapa anak yang tidak pintar dalam membaca, menulis dan berhitung. Sedangkan perbedaan kemampuan membaca, menulis dan berhitung siswa tamat PAUD dengan siswa tidak tamat PAUD terdapat perbedaan yang juga cukup jauh.
Di Sragen sendiri keberadaan PAUD tersebar di seluruh kecamatan di bawah koordinasi HIMPAUDI (Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini) cabang Sragen. Keberadaan sarana pembelajaran bagi anak usia dini perlu dikembangkan dengan lebih optimal, untuk mencetak generasi penerus yang memiliki kemampuan intelektual maupun emosional yang mumpuni. Menurut Kabag Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rina Iriani, SP, MT “Perkembangan PAUD di Sragen sendiri saat ini cukup signifikan, tetapi diharapkan perkembangan PAUD tidak hanya bersifat komersial tetapi tetap menjalankan misi dan rohnya sebagai institusi pendidikan bagi anak usia dini”. Ia melanjutkan “ Peran PAUD bagi perkembangan anak sangat penting. Seorang anak yang dimasukan ke PAUD akan menjadikannya tidak minder, lebih percaya diri, dan memiliki kemampuan lebih untuk bersosialisasi. Ditambah lagi PAUD akan memacu keterampilan anak serta kreatifitas anak sejak dini” demikian pungkasnya. (Ryan)