SRAGEN – Kabupaten Sragen kembali menambahkan perolehan penghargaan di tingkat nasional. Dengan diperolehnya empat penghargaan dalam satu bulan ini menjadikan total penghargaan yang diperoleh Kabupaten Sragen sejumlah 78, demikian dikatakan Bupati Sragen H. Untung Wiyono ketika melakukan jumpa pers di ruang kerjaannya, Rabu (11/8).
“Dalam satu bulan ini diperoleh empat buah penghargaan”,ujar Bupati. Penghargaan yang pertama adalah penghargaan tingkat nasional sebagai pelaksana terbaik perilaku hidup bersih sehat di tingkat rumah tangga. Penghargaan ini diberikan kepada Desa Celep – Kecamatan Kedawung dengan penghargaan kategori Pakarti Utama I.
Penghargaan yang kedua adalah Penghargaan Paramadina Utama Koperasi yang diterima Bupati Sragen pada 28 Juli lalu. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi dibidang koperasi yang diberikan kepada Gubernur dan Bupati / Walikota yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap pemberdayaan koperasi dan UKM.
Sedangkan penghargaan ketiga adalah penghargaan dalam Indonesian Open Source Award (IOSA) 2010. kabupaten Sragen mendapatkan peringkat II dalam kategori Kabupaten/ Kota yang telah melakukan implementasi Open Source Software di Instansi Pemerintah.
Penghargaan yang terakhir adalah anugerah ristek daerah inovatif atas perhatian pada bidang riset ilmu pengetahuan dan teknologi kategori penerapan iptek. Penghargaan tersebut diberikan kepada Kabupaten Sragen dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (hakteknas) XV pada 10 Agustus kemarin.
Terkait dengan diraihnya empat penghargaan tersebut Bupati mengatakan tidaklah mudah meraih penghargaan tingkat nasional tersebut. Namun Bupati kembali mengingatkan akan komitmennya untuk bisa memajukan Sragen yang dulu bisa dikatakan sebagai salah satu daerah tertinggal menjadi daerah yang penuh inovasi dan bisa mewarnai nasional.
Lebih lanjut Bupati mengatakan dalam waktu dekat ini mudah- mudahan dapat menerima pengharagaan nasional dalam bidang pertanian dan pemerintahan. Terkait dengan inovasi, salah satu yang telah dilakukan adalah dengan pengembangan biogas di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sragen. Biogas tersebut telah mampu mencukupi kebutuhan bahan bakar untuk kegiatan memasak sehari – hari di LP.
Selain itu produk – produk Sragen juga telah menjadi produk unggulan di Luar Negeri. Salah satunya adalah sarung goyor khas Sragen. Duta Besar Republik Somalia untuk Indonesia, Mohamud Alow Barow, ketika mengunjungi Pusat Industri Sarung Sambirembi Kecamatan kalijambe Sabtu lalu mengatakan produk Sragen tersebut telah sampai ke negaranya namun dengan merk lain.
Hal itu terjadi karena produk tersebut telah dibeli oleh distributor besar disana. Lebih lanjut Mohamud Alow Barow juga memberikan penawaran kepada Pemerintah Kabupaten Sragen dan seluruh produsen sarung goyor untuk memasarkan secara langsung produk sarung goyor ke Somalia.
Menanggapi hal tersebut Bupati dalam kesempatan tersebut mengatakan akan merespon tawaran tersebut dengan lebih mengoptimalakan para produsen sarung goyor di Sragen bahkan akan menambah klaster.(dyn)
“Dalam satu bulan ini diperoleh empat buah penghargaan”,ujar Bupati. Penghargaan yang pertama adalah penghargaan tingkat nasional sebagai pelaksana terbaik perilaku hidup bersih sehat di tingkat rumah tangga. Penghargaan ini diberikan kepada Desa Celep – Kecamatan Kedawung dengan penghargaan kategori Pakarti Utama I.
Penghargaan yang kedua adalah Penghargaan Paramadina Utama Koperasi yang diterima Bupati Sragen pada 28 Juli lalu. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi dibidang koperasi yang diberikan kepada Gubernur dan Bupati / Walikota yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap pemberdayaan koperasi dan UKM.
Sedangkan penghargaan ketiga adalah penghargaan dalam Indonesian Open Source Award (IOSA) 2010. kabupaten Sragen mendapatkan peringkat II dalam kategori Kabupaten/ Kota yang telah melakukan implementasi Open Source Software di Instansi Pemerintah.
Penghargaan yang terakhir adalah anugerah ristek daerah inovatif atas perhatian pada bidang riset ilmu pengetahuan dan teknologi kategori penerapan iptek. Penghargaan tersebut diberikan kepada Kabupaten Sragen dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (hakteknas) XV pada 10 Agustus kemarin.
Terkait dengan diraihnya empat penghargaan tersebut Bupati mengatakan tidaklah mudah meraih penghargaan tingkat nasional tersebut. Namun Bupati kembali mengingatkan akan komitmennya untuk bisa memajukan Sragen yang dulu bisa dikatakan sebagai salah satu daerah tertinggal menjadi daerah yang penuh inovasi dan bisa mewarnai nasional.
Lebih lanjut Bupati mengatakan dalam waktu dekat ini mudah- mudahan dapat menerima pengharagaan nasional dalam bidang pertanian dan pemerintahan. Terkait dengan inovasi, salah satu yang telah dilakukan adalah dengan pengembangan biogas di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sragen. Biogas tersebut telah mampu mencukupi kebutuhan bahan bakar untuk kegiatan memasak sehari – hari di LP.
Selain itu produk – produk Sragen juga telah menjadi produk unggulan di Luar Negeri. Salah satunya adalah sarung goyor khas Sragen. Duta Besar Republik Somalia untuk Indonesia, Mohamud Alow Barow, ketika mengunjungi Pusat Industri Sarung Sambirembi Kecamatan kalijambe Sabtu lalu mengatakan produk Sragen tersebut telah sampai ke negaranya namun dengan merk lain.
Hal itu terjadi karena produk tersebut telah dibeli oleh distributor besar disana. Lebih lanjut Mohamud Alow Barow juga memberikan penawaran kepada Pemerintah Kabupaten Sragen dan seluruh produsen sarung goyor untuk memasarkan secara langsung produk sarung goyor ke Somalia.
Menanggapi hal tersebut Bupati dalam kesempatan tersebut mengatakan akan merespon tawaran tersebut dengan lebih mengoptimalakan para produsen sarung goyor di Sragen bahkan akan menambah klaster.(dyn)