PLUPUH – Banyak kemajuan telah dicapai oleh Kecamatan Plupuh, selama Bupati Sragen H Untung Wiyono menjabat. Jika dahulu jalan-jalan masih becek dan berbatu, kini mulus hingga pedesaan. Sarana transportasi juga kini sangat representatif. Kala itupun, Plupuh seakan terisolir, karena akses ke daerah tetangga terhadang bentangan Sungai Bengawan Solo. Kini, tak kurang dari tujuh jembatan, menghubungkan Plupuh dengan kawasan sekitarnya.
Hal ini terungkap dalam silaturahni Bupati dengan warga Plupuh, Rabu (25/8) kemarin. Bertempat di Pondok Pesantren dan Masjid Nurul Yaqin Dukuh Ngablak Desa Pungsari Kecamatan Plupuh, Bupati menyapa warganya, sekaligus melakukan shalat Ashar berjamaah.
Bupati menuturkan, pertama kali ia menjabat sebagai orang nomor satu di Bumi Sukowati ia sering berkeliling seantero Sragen secara diam-diam. Dengan menaiki sepeda motor, kala itu Bupati turun sendiri ke lapangan, dan berbicara dari hati ke hati dengan rakyatnya. Dari sini, Bupati dapat mengetahui kebutuhan warganya secara spesifik, dan merancang kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan harapan rakyat.
Maka, lanjut Bupati, setahap demi setahap infrastuktur di Sragen mulai dibangun. Kecamatan Plupuh, adalah salah satu daerah yang pertama kali di’rombak’. Mulai dari pembangunan jalan, jembatan, sekolah-sekolah, serta sarana dan prasarana lainnya. Hingga kini telah nampak, Plupuh menjadi salah satu kantong pertumbuhan ekonomi yang menopang laju perekonomian Sragen. Mobilitas warga dan aktifitas ekonomi terakomodasi dengan sangat baik, kata Bupati.
Bupati juga menambahkan, aspek-aspek yang diperlukan untuk human development sangat menjadi perhatiannya. Warga Sragen harus sejahtera, pintar,sehat, dan memiliki kepribadian mulia. Kemajuan ini hendaknya disyukuri. Kekurangan yang masih ada, dibenahi lagi bersama-sama.
Bupati juga berpesan kepada para generasi muda di daerah ini untuk menimba ilmu setinggi-tingginya, dan membekali hidup mereka dengan keterampilan. ”Bukan jamannya lagi anak muda menjadi buruh tani,” kata Bupati. Anak muda harus menjadi pemikir dan pekerja keras, hingga mampu survive di era persaingan global seperti sekarang ini.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan warganya untuk peduli lingkungan. Kecintaan pada lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini. (peppy)
Hal ini terungkap dalam silaturahni Bupati dengan warga Plupuh, Rabu (25/8) kemarin. Bertempat di Pondok Pesantren dan Masjid Nurul Yaqin Dukuh Ngablak Desa Pungsari Kecamatan Plupuh, Bupati menyapa warganya, sekaligus melakukan shalat Ashar berjamaah.
Bupati menuturkan, pertama kali ia menjabat sebagai orang nomor satu di Bumi Sukowati ia sering berkeliling seantero Sragen secara diam-diam. Dengan menaiki sepeda motor, kala itu Bupati turun sendiri ke lapangan, dan berbicara dari hati ke hati dengan rakyatnya. Dari sini, Bupati dapat mengetahui kebutuhan warganya secara spesifik, dan merancang kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan harapan rakyat.
Maka, lanjut Bupati, setahap demi setahap infrastuktur di Sragen mulai dibangun. Kecamatan Plupuh, adalah salah satu daerah yang pertama kali di’rombak’. Mulai dari pembangunan jalan, jembatan, sekolah-sekolah, serta sarana dan prasarana lainnya. Hingga kini telah nampak, Plupuh menjadi salah satu kantong pertumbuhan ekonomi yang menopang laju perekonomian Sragen. Mobilitas warga dan aktifitas ekonomi terakomodasi dengan sangat baik, kata Bupati.
Bupati juga menambahkan, aspek-aspek yang diperlukan untuk human development sangat menjadi perhatiannya. Warga Sragen harus sejahtera, pintar,sehat, dan memiliki kepribadian mulia. Kemajuan ini hendaknya disyukuri. Kekurangan yang masih ada, dibenahi lagi bersama-sama.
Bupati juga berpesan kepada para generasi muda di daerah ini untuk menimba ilmu setinggi-tingginya, dan membekali hidup mereka dengan keterampilan. ”Bukan jamannya lagi anak muda menjadi buruh tani,” kata Bupati. Anak muda harus menjadi pemikir dan pekerja keras, hingga mampu survive di era persaingan global seperti sekarang ini.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan warganya untuk peduli lingkungan. Kecintaan pada lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini. (peppy)