Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Bupati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bupati. Tampilkan semua postingan

Rebut Piala Bupati Kepulauan Seribu 194 Anak Muda Ikuti Turnamen Bulutangkis

Bulu Tangkis411
 Asisten Perekonomian dan Pembangunan Muhammad Andi didampingi Icuk Sugiarto (2 kanan) memukul kok bertanda dibukanya turnamen bulutangkis Bupati III.
Ratusan anak-anak muda, Kabupaten Kepulauan Seribu mengikuti ternamen bulutangkis Piala Bupati III.
Kegiatan yang digelar oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kepulauan Seribu di Gedung Olahraga Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Selatan diharapkan mampu menciptakan bibit-bibit unggul di bidang olahraga ini.

Sebanyak 194 peserta dibagi atas kelompok umur dengan menggunakan sistem gugur. “Kejuaraan ini dilaksanakan tiap tahun dengan tujuan mencari bibit muda pebulutangkis dari Kepulauan Seribu,” ujar Ayub Chalik, Ketua PBSI Kepulauan Seribu usai acara pembukaan Kejuaran Bulutangkis Piala Bupati III Tahun 2012.
Ketua Umum PBSI Provinsi DKI Jakarta Icuk Sugiarto yang berkesempatan hadir dalam ternamen itu mengaku bangga dengan semangat anak-anak muda yang ada di Kepulauan Seribu dibidang olahraga bulutangkis. “Pemprov akan memberikan kesempatan dan fasilitas terhadap warga Kepulauan Seribu untuk mengembangkan kemampuannya dibidang olahraga bulutangkis,” katanya.
“Turnamen seperti ini memang harus sering dilaksanakan agar pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kepulauan Seribu Muhammad Andi yang membuka kegiatan ini mengaku sangat mendukung dan mendorong pelaku dan penggiat olahraga khususnya bulutangkis senantiasa memotivasi para atelit untuk berlatih sungguh-sungguh.
“Saya yakin, jika turnamen seperti ini sering dilakukan, kedatang akan muncul atelit-atelit juara bulutangkis dari Kepulauan Seribu yang akan berlaga di level nasional hingga internasional sehingga dapat mengharumkan daerah kelahirannya,” jelas Andi.
Sumber : poskotanews.com

'Kotak-kotak' dan 'Kumis' di Kepulauan Seribu Berangkulan

Jakarta - Pilgub DKI Jakarta sempat membuat warga Pulau Seribu terpecah antara kotak-kotak dan kumis. Namun, hari ini mereka berdamai dengan diwakilkan oleh koordinator tim sukses masing-masing.

"Kita umumnya bersaudara, tidak ada perselisihan. Ini untuk mempercepat akselerasi pembangunan saja," kata Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfie, Rabu (31/10/2012).

Ludfie menyampaikan hal tersebut dalam acara 'Damai Anak Pulau for Jakarta Baru Kepulauan Seribu' di Bandar Jakarta, Ancol, Jakarta Utara. Kubu kotak-kotak diwakilkan oleh Abdullah Feri dan kubu kumis diwakilkan oleh Asyuroh, Ludfie dan istri menjadi saksi perdamaian tersebut.

"Menurut saya hal politik dengan gesekan pembicaraan itu hal wajar, makanya dengan islah ini saya menyambut baik. Jangan sampai lirikan mata saja menjadi tidak baik dan tidak ada senyum," kata Feri.

Feri menambahkan pergesekan yang terjadi antar warga tidak sampai pada gesekan fisik. Sikap-sikap yang muncul hanyalah sikap curiga namun berpotensi terjadinya benturan.

"Gesekan tidak terlalu keras, cuman mencurigai seperti wacana Jokowi tidak pantas dan sebagainya. Cuman memang gesekan itu perlu disikapi, karena kalau tidak ada peningkatan akan ada benturan. Makanya kita minta difasilitasi islah ini," ujar Feri.

Tidak berbeda dengan mantan koordinator timses kotak-kotak tersebut, Asyuroh menilai gesekan yang terjadi karena keterbatasan pendidikan dan informasi warga Pulau Seribu. Hal ini ditambah euforia pelaksanaan pilgub DKI Jakarta 2012 lalu yang luar biasa.

"Saya menganggap ini berlomba untuk perbaikan, kalau diharapkannya pak Jokowi ya kita sambut kita dukung. Diam-diaman itu kalau ada ya karena keterbatasan pendidikan, keimanan, dan pergaulan. Masyarakat dengan background demikian mudah terkontaminasi," ujar mantan koordinator timses kumis Kepulauan Seribu tersebut.

Feri dan Asyuroh pun berdiri dan saling berjabat tangan menunjukkan keseriusan mereka untuk hidup berdampingan secara harmonis. Ludfie sendiri turut merangkul jabat tangan hangat tersebut.

"Ini bagus sekali, ke depan kita harus bersama membangun Kepualauan Seribu baru dengan semangat baru dan tidak lagi seperti kemarin. Semua potensi kita tingkatkan untuk pembangunan Pulau Seribu," tutup Ludfie.
 
Sumber : detik.com

Bupati Kepulauan Seribu Berharap Jokowi Blusukan di Wilayahnya

Jakarta - Blusukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sangat ditunggu warga Kepulauan Seribu. Jika pria yang akrab disapa Jokowi tersebut datang, harapannya tidak secara formal.

"Kalau beliau datang, jangan terlalu formal ya. Karena saya lebih suka sekonyong-konyong tanpa persiapan," kata Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfie, pada wartawan di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (31/10/2012).

Ludfie sangat berharap kehadiran pria sederhana tersebut di kabupaten satu-satunya di Jakarta. Kunjungan Jokowi sendiri dinilai mampu membantu pembangunan di Kepulauan Seribu.

"Siapa sih yang tidak mengharapkan pimpinan datang. Bagus untuk mengenal masyarakat dan menampung aspirasi orang pulau," kata Ludfie.

Ludfie mengaku sudah pernah mengundang Jokowi untuk datang ke Pulau Seribu. Ia pun mengharapkan Jokowi bisa hadir dalam peringatan hari jadi Kabupaten Kepulauan Seribu.

"Secara lisan kita sudah undang, secara formal belum. Lebih cepat lebih bagus, saya ada hari peringatan kabupaten tanggal 10 November nanti," ujar Ludfie.

Ketika ditanya soal kebutuhan masyarakat pulau, Ludfie meminta Jokowi untuk memperhatikan infrastruktur dan sanitasi di pintu gerbang DKI Jakarta tersebut.
 
Sumber : detik.com

BIG Bangun Pusat Informasi Geospasial di Kepulauan Seribu

Bidang Informasi Geospasial (BIG) akan membuat pemetaan sumberdaya alam pesisir laut dan metro island di Kepulauan Seribu. Hal itu, untuk mempermudah nelayan dalam mencari lokasi penagkapan ikan di perairan Kepulauan Seribu,

"Kami akan membuat pusat informasi geospasial dan tekstual sumber daya alam (SDA) pesisir dan laut Kepulauan Seribu," ungkap Gatot S, Kepala Bidang Informasi Geospasial saat acara sosialisasi di Gedung Mitra Praja Jumat (19/10).

Menurutnya, pemetaan meliputi tematik dengan konten demografi, sosio-kultur, infrastruktur, dan aspek ekonomi kawasan etnis maritim serta Integrasi spasial dengan data SDA pesisir dan kelautan. "Baru tiga Pulau yang kami survey, yaitu Pulau Pramuka, Pulau Panggang dan Pulau Tidung," jelasnya.

Sasaran dari program , kata dia, yakni tersedianya informasi geospasial tematik SDA pesisir dan laut di Kabupaten Kepulauan Seribu, antara lain terumbu karang, ikan karang, lamun, rumput laut dan sosial ekonomi juga. "Ini juga untuk melengkapi informasi geospasial tematik SDA pesisir dan kelautan di wilayah Indonesia," katanya.

Bupati Kepulauan Seribu Achmad Ludfi mengungkapnya pihaknya mendukung langka program yang akan di buat oleh Bidang Informasi Geospasial nanti. "Adanya pusat informasi itu, tentunya sangat membantu warga Kepulauan Seribu yang mayoritas nelayan,"ungkapnya.
 
Sumber : beritapulauseribu.com

13 Anggota Pramuka Pulau Seribu Ikuti Raimuna di Papua

Sebanyak 13 anggota gerakan Pramuka Kabupaten Kepulauan Seribu menjadi peserta Raimuna  Nasional tahun 2012 yang dilaksanakan di Provinsi Papua. Event pertemuan besar Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega akan berlangsung selama satu minggu, mulai 10 Oktober 2012.
"Perwakilan dari sekolah ada enam anggota dan dari UP Bahtar Jaya ada empat orang," ungkap Perwakilan Kontingen Raimuna Kepulauan Seribu, Bahtiar kepada beritapulauseribu.com, Selasa (9/10).
Menurutnya, Raimuna Nasional X Pramuka Tahun 2012 Jayapura Papua merupakan perkemahan akbar bagi pramuka Penegak dan Pandega se-Indonesia. "Perkemahan ini tepatnya dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cendrawasih, Jayapura, Papua selama satu minggu," ungkapnya. 
Bahtiar menjelaskan, Raimuna merupakan pertemuan Pramuka Penegak (usia; 16-20 tahun/SMA) dan Pandega (usia 21-25 tahun/Mahasiswa) dalam bentuk perkemahan. Pesertanya merupakan perwakilan dari Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota) se-Indonesia. 
"Tujuan utamanya adalah guna mengembangkan dan persatuan di kalangan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega melalui kegiatan kreatif, rekreatif, produktif, dan edukatif," katanya.
Untuk diketahui, Raimuna Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2012 merupakan Raimuna Nasional yang kesepuluh yang dilaksanakan Gerakan Pramuka. Rainas kali ini mengambil tema “Pramuka Indonesia Bersama Masyarakat Membangun Tanah Papua”, dengan semboyan “Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami” serta moto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”
 
Sumber : beritapulauseribu.com

Jokowi Diminta Perhatikan Transportasi ke Pulau Seribu

Sejumlah warga Kepulauan Seribu mengeluhkan kurangnya armada dan jadwal kapal angkutan dari dan menuju Jakarta. Mereka berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Joko Widodo dan Tjahaja Basuki Purnama membenahi sektor transportasi untuk memudahkan mobilitas warga.
Feri Abdullah (39), warga Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, Senin (5/11/2012), mengatakan, jumlah penumpang cenderung naik pada akhir dan awal pekan sehingga sebagian di antaranya tak terangkut oleh armada yang ada.

Mereka tak jarang harus menyewa perahu milik nelayan. "Tarif angkutan kapal biasanya Rp 32.000 per orang untuk sekali jalan. Namun, saat kapal penuh, warga terpaksa menyewa perahu nelayan dengan tarif Rp 6 juta untuk sekitar 150 penumpang atau rata-rata Rp 40.000 per orang," ujarnya.
Asyuro (55), warga Kepulauan Seribu lainnya, menambahkan, keterbatasan jumlah perahu kerap menghambat mobilitas pelajar, pedagang, dan pegawai di Kepulauan Seribu. Dengan hanya satu kali keberangkatan per hari, yakni pukul 07.00, tak semua calon penumpang terangkut.
Pengangkutan hasil bumi dan tangkapan nelayan kadang tertunda karena tak ada kapal. "Warga yang sakit keras dan harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta pun kadang tertunda keberangkatannya karena tak ada kapal atau angin kencang dan gelombang laut tinggi, seperti terjadi beberapa pekan terakhir," kata Asyuro.
Bupati Kepulauan Seribu Achmad Ludfi, pekan lalu, mengatakan, delapan kapal yang dioperasikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat ini terbilang pas untuk melayani mobilitas sekitar 22.000 warga yang tersebar di 11 pulau.
Namun, dalam situasi tertentu, seperti awal dan akhir pekan serta saat beberapa kapal rusak atau dalam perbaikan, sebagian penumpang tak terangkut dan terpaksa menyewa perahu nelayan.
"Tak hanya pelajar atau mahasiswa yang pulang atau berangkat sekolah, tetapi juga wisatawan yang jumlahnya biasanya bertambah pada akhir pekan dan hari libur. Sektor ini (transportasi) relatif butuh perhatian lebih besar dibandingkan lainnya," kata Ludfi. 
 
Sumber : kompas.com

Warga Kep Seribu Butuh Kapal Jenazah

Tingginya kebutuhan fasilitas sosial di Kepuluan Seribu, membuat warga setempat berharap Pemprov DKI Jakarta dapat meningkatkan pemberian bantuan fasilitas sosial. Salah satunya seperti pengadaan kapal jenazah yang saat ini sangat diharapkan keberadaanya oleh warga. Terlebih, dengan kondisi alam di wilayah kepulauan yang memang sangat membutuhkan jasa angkutan perairan, termasuk untuk membawa keluarga atau sanak famili mereka yang meninggal dunia baik dari darat menuju pulau maupun sebaliknya.

Saat ini, jika ada keluarga atau sanak familinya yang meninggal dunia, warga harus merogoh kocek sebesar Rp 3 juta untuk menyewa kapal tradisional yang akan membawa jenazah baik dari daratan menuju pulau maupun sebaliknya untuk sekali pelayaran.

Seperti yang dialami Tohir (60), warga Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribuutara. Dirinya sempat mengalami kesulitan saat akan membawa jenazah kakaknya Suhair (63) yang meninggal dunia sekitar pukul 09.00 di RS Atmajaya Pluit, Penjaringan untuk dibawa ke kediamannya di Pulau Kelapa. "Kami bingung bagaimana caranya membawa jenazah kakak saya ini ke pulau. Mau tidak mau saya harus menyewa kapal sampai seharga Rp 3 juta," ujar Tohir, saat ditemui di RS Atmajaya, Senin (5/11).

Terlebih, kata Tohir, pihak keluarga juga harus menunggu sampai tiga jam untuk mendapatkan kapal yang akan membawa jenazah kakaknya itu ke Pulau Kelapa. Beruntung, pihaknya dibantu oleh PMI Kepulauan Seribu yang telah menyediakan fasilitas kapal untuk membawa jenazah sang kakak. "Tapi kami juga harus membayar uang ganti bahan bakar sebesar hampir Rp 3 juta. Karena itu juga memang bukan kewajiban PMI menyediakan kapal untuk jenazah," katanya.

Selama ini, sambungnya, jika ada warga pulau yang meninggal di darat dan hendak dimakamkan di pulau atau sebaliknya, warga harus menyewa kapal tradisional atau kapal ojek dengan tarif sewa yang cukup tinggi yakni mencapai Rp 3-4 juta. Itupun jika cuaca bersahabat, maka kapal-kapal tersebut bersedia mengantarkannya.

"Saya berharap pemerintah bisa memberikan fasilitas kapal jenazah untuk warga Pulau Seribu. Setidaknya, di dua kecamatan, Kepulauan Seribu selatan dan Kepulauan Seribu utara, memiliki masing-masing satu kapal jenazah. Karena uang Rp 3 juta bukanlah angka yang sedikit. Bagi warga Kepulauan Seribu, jumlah tersebut sangat memberatkan," katanya.

Menanggapi keinginan warganya, Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfi menuturkan, pihaknya akan meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk pengadaan kapal jenazah. Rencananya, kapal yang diminta tersebut sebanyak dua kapal, untuk ditempatkan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kepulauan Seribuselatan dan Kepulauan Seribuutara. "Mudah-mudahan tahun depan kapal jenazah sudah bisa diadakan karena ini untuk kepentingan warga," tutur Ludfi.

Selama ini, kata Ludfi, sambil menunggu realisasi pengadaan kapal jenazah, pihaknya akan memfasilitasi warga dengan kapal ambulan milik Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu. Rencananya, akan disediakan dua kapal ambulan yang akan ditempatkan di Pulau Tidung dan Pulau Kelapa. "Bagi warga yang ingin mengantarkan jenazah, silahkan hubungi Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu untuk menggunakan kapal ambulans. Fasilitas ini diberikan gratis," tandasnya. 

Sumber : beritajakarta.com
 

Pengunjung Online

Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Berita Pulau Seribu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah