Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Patroli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Patroli. Tampilkan semua postingan

Pukat Harimau Marak, Nelayan Kepulauan Seribu Resah

Pukat Harimau Marak, Nelayan Kepulauan Seribu ResahRibuan nelayan di Kepulauan Seribu resah  akibat maraknya penangkapan ikan dengan menggunakan jaring pukat harimau (jaring trawl).

Untuk itu mereka mendesak pihak pemerintah khususnya Pemkot Kabupaten Kepulauan Seribu dan aparat keamanan terkait guna mengambil langkah-langkah menindak para pelakunya.

Hal itu diungkapkan oleh Hasbullah, 35, seorang nelayan dari Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Menurut dia, penangkapan ikan dengan menggunakan jaring pukat harimau itu selain menghambisi habitat ikan yang belum waktunya dipanen.

Selain itu juga merusak keindahan terumbu karang yang ada di bawah laut Kepulauan Seribu.

“Kami warga disini minta secepatnya pihak Kabupatan Kepulauan Seribu  dan pihak Kepolisian untuk segera menindak tegas para nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat jarring troll,” jelasnya.

Dia menambahkan, penangkapan ikan dengan menggunakan alat tersebut memang akhir-akhir ini semakin marah. Namun, kenapa sampai saat ini belum ada tindakan yang berarti dari pemerintah maupun pihak  kepolisian yang bertanggungjawab di perairan di Kepulauan Seribu.

Keluhan yang sama juga diungkapkan oleh Anto, nelayan lainnya, dia menyayangkan pelaku penangkapan ikan itu dengan menggunakan jaring pukat harimau.

Selain merusak habitat laut, para pelaku itu beraksinya pulau-pulau  yang berdekatan dengan pemukiman penduduk. ” Ini benar-benar sudah keterlaluan, mereka itu menangkap ikan didekat dengan pulau-pulau pemukiman warga,” katanya.

Sementara itu, secara terpisah Wakil Bupati Kepulauan Seribu Natsir  Sabara berjanji akan melakukan upaya penertban nelayan yang melakukan penangkapan ikan itu dengan menggunakan alat pukat harimau yang sering beroprasi di perairan Kepulauan Seribu.

Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah menertibkan para pelaku penangkapan ikan dengan menggunakan jaring trawl.


“kami akan berkordianasi dengan pihak-pihak keamanan serta  mengintruksikan unit terkait untuk meningkatkan patroli laut. Memang penangkapan ikan dengan alat tersebut sangat merugikan, nelayan  lainnya dan terumbukarang yang ada di Kepulauan Seribu yang indah ini. Untuk itu kami bersama aparat keamanan akan mengambil langkah-langkah untuk menertibkan mereka,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada para nelayan untuk ikut serta mengawasi bersama-sama keberadaan para nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan alat pukat harimau.

Namun begitu, pihaknya tidak dapat melakukan penangkapan karena kewenangan ada kepolisian. Pemkab Kepulauan Seribu mengimbau kepada nelayan segera menginformasikan bila mengetahui adanya praktik penangkapan ikan dengan pukat harimau. 

Sumber : poskota.co.id

Mobil Ketua DPRD Sragen dirusak

SRAGEN - Dua mobil masing-masing milik Sugiyamto SH, Ketua DPRD Sragen dan milik Drs H Muh Fadlan MAg, Ketua Pimpinan Cabang (PC) NU Maarif Sragen, dirusak orang tak dikenal Jumat (3/9) dinihari. Aksi perusakan kedua mobil itu terjadi, ketika kedua tokoh itu tengah menghadiri undangan pengajian Nuzulul Quran di Masjid Al Islam, Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Sragen. Mobil Ketua DPRD yang dirusak adalah mobil dinas Toyota Camry AD 2 E.
Sedangkan mobil Muh Fadlan, yang menjadi sasaran perusakan adalah, Honda Jazz Nopol AD 8969 UE. Kedua mobil mulus warna hitam tersebut, samasama dirusak dengan menggunakan paku pada sejumlah bagian bodi, saat tengah diparkir di jalan dekat lokasi pengajian.
Mobil Camry milik Sugiyamto dirusak pada bagian samping, dan kedua sisi pintu depan kira-kira sepajang 20 cm. Kerusakan lebih parah dialami mobil milik Muh Fadlan, yang digores hampir setengah meter pada bagian belakang.
Sugiyamto menuturkan, malam itu ia hadir sebagai tamu undangan. Sedang Muh Fadlan hadir sebagai pembicara atau mubaligh. Keduanya datang sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung memarkir mobilnya.
Mobil plat merah itu ditempatkan di belakang mobil milik Ketua DPC PDIP Bambang Samekto dan mobil milik Muh Fadlan, yang memang datang lebih awal. Sekitar pukul 24.00 WIB seusai acara, ketiga tokoh ini pun segera menghampiri mobil dan bergegas pulang.
Awalnya, mereka tidak curiga dengan kondisi mobil mereka masing-masing. Kerusakan baru diketahui, saat mereka mengecek kendaraan ketika hendak makan sahur, di sebuah rumah makan sekitar pukul 01.00 WIB.
“Waktu di lokasi kejadian, tak sempat ngecek, karena gelap. Begitu saya tahu mobil saya dirusak, saya langsung kontak Pak Fadlan. Ternyata sama, mobil beliau juga dirusak. Kalau mobil Mas Bambang Samekto tidak kena, karena sopirnya tidur di dalam mobil,” ujar Sugiyamto kepada wartawan, Jumat (3/9) kemarin.
Menyesalkan
Suyatno, sopirnya Sugiyamto bersama sopir pribadi Muh Fadlan, Suyanto (30) dan salah seorang santri Sugimanto (25) langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sragen. Baik Sugiyamto maupun Muh Fadlan, mereka samasama menyesalkan aksi perusakan yang menimpa mobil mereka. Sugiyamto menilai kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang dan diduga bermuatan politis. Bukan soal coretannya, tapi indikasi kejahatan ini sudah sangat keterlaluan. Karena dilakukan di forum pengajian.
Atas insiden ini, pihaknya mendesak Polres Sragen, segera mengusut tuntas kasus ini. Pihaknya khawatir, apabila tak segera ditindaklanjuti akan memicu reaksi yang lebih frontal dari para santri dan para pendukungnya. K.25-bg

sumber : wawasandigital

Ribuan botol miras dimusnahkan

SRAGEN - Sebanyak 6.242 botol minuman keras (miras) dari berbagi merk dan 1.868 liter ciu dimusnahkan Polres Sragen, Kamis (2/9). Pemusnahan miras itu, merupakan hasil operasi selama bulan puasa, dari berbagai bentuk penyakit masyarakat (pekat). Kapolres Sragen, AKBP IB Putra Narendra, melalui Kabag Ops Kompol Imam Santoso, menjelaskan, langkah operasi penyakit masyarakat itu dilakukan, untuk memberikan rasa aman kepada masyakarat, khususnya umat muslim, dalam menjalankan ibadah puasa maupun persiapan Lebaran.
‘’Untuk menjaga keamanaan, Polres Sragen bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat, akan terus melakukan operasi tersebut,’’ ujar Kompol Imam Santoso kepada wartawan, Kamis (2/8) kemarin.
Menurutnya, rangkaian razia pekat, juga merupakan bentuk Operasi Cipta Kondisi di wilayah Sragen, untuk menciptakan keamanan dan ketertiban dalam segala hal, dari bentuk penyakit masyarakat. Apalagi, miras akan sangat merusak terhadap masa depan remaja dengan membentuj perilaku buruk.
Kabag Ops Polres Sragen itu mengatakan, jenis miras yang dimusnahkan, di antaranya Topi Miring 655 botol, Double Kiwi 2.674 botol, Vodka 390 botol, Asoka 1.540 botol, Newport 24 botol dan Anggur Kolesom 843 botol.
Pemusnahan miras dilakukan dengan cara digilas stoom walls, disaksikan oleh segenap anggota Muspida. Tampak hadir Sekda, Ir Darmawan Minto Basuki mewakili bupati; Ketua PN, Poltak Sitorus; Kajari, Sri Sektiyanti SH; Dandim 0725, Letkol Inf Sugiyo.
Tak pelak lagi, dengan adanya pemunashan miras itu, membuat aroma alhokol di lingkungan Polres Sragen begitu menyengat. Bahkan ribuan botol yang pecah digilas stoom walls itu, seketika membanjiri lapangan Mapolres. K.25-die (wawasan)

Katana tabrak lampu hias depan Pemda

Sebuah mobil Suzuki Katana warna hitam AD 7185 NE menabrak tiang lampu hias di depan Kantor Dinas Bupati Sragen, Kamis (2/9) sekitar pukul 04.15 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan lalu lintas tunggal itu, hanya pengemudi mobil luka lecet dan tiang lampu hias ambruk.

Peristiwa kecelakaan itu disebabkan kelalaian pengemudi mobil Mardjianto, 55, warga Sidomulyo RT 47/RW XIV, Sragen Wetan, Sragen.

Dia bermaksud pulang ke Sidomulyo setelah berkunjung ke tempat saudaranya di Yogyakarta. Dalam perjalanan dia dan temannya sempat transit di Solo sebentar dan melanjutkan perjalanan ke Sragen.

Sesampainya di depan utara alun-alun Sasana Langen Putra atau di depan Kantor Dinas Bupati Sragen, mobil yang dikemudikannya menabrak kanstin jalan dan menubruk tiang lampu hias. (solopos)

Polres Sragen siapkan 600 personel

Untuk mengawal arus mudik dan arus balik, jajaran Polres Sragen menyiapkan sekitar 600 personil yang diterjunkan ke lapangan.

Kapolres Sragen, AKBP Ida Bagus Putra Narendar mengatakan ke-600 personel itu akan melaksanakan pengaturan lalu lintas, siaga di titik-titik yang menjadi perhatian seperti titik rawan kejahatan dan kemacetan, serta mengamankan lokasi keramaian, seperti terminal dan stasiun.

“Daerah perbatasan juga menjadi perhatian kami. Karena itu ada satu pos pengamanan yang ditempatkan di Banaran, Sambungmacan. Disamping di tiga lokasi lain, yaitu di Gemolong, Grompol, dan Pilangsari,” tandas dia  saat ditemui wartawan, seusai memimpin Upacara Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2010, Polres Sragen, di markas setempat, Kamis (2/9).

Jajaran Polres Sragen yang mengawal arus mudik dan arus balik 2010 akan mewaspadai empat titik di Bumi Sukowati yang rawan kejahatan.

Empat titik tersebut yaitu sepanjang ring road, jalan perbatasan provinsi di Sambungmacan, Jl Solo-Sragen dan Jl Sragen-Ngawi.

Kapolres mengatakan empat titik itu menjadi perhatian jajarannya lantaran di lokasi tersebut kerap terjadi aksi kejahatan.

“Macam-macam. Pernah terjadi penipuan, sengaja menumpang truk tapi akhirnya menodong sopir dan menjarah barang berharga. Ini menjadi kewaspadaan kami, terutama selama arus mudik dan arus balik ini,” kata Kapolres.
 
Disamping titik rawan kejahatan, Polres juga mencatat tiga lokasi rawan kemacetan. Tiga lokasi dimaksud adalah perempatan Gemolong, dan dua titik penyempitan jalan di wilayah Sidoharjo dan kawasan kota menuju Terminal Pilangsari. (solopos)

Daging Gelonggongan Dijual di Sragen

Ayam bangkai dan daging gelonggongan kembali ditemukan. Kali ini dalam razia di sebuah pasar tradisional di Sragen, Jawa Tengah, Rabu (1/9). Semula pedagang mencoba mengelak. Tapi mereka mengakui setelah petugas menunjukkan hasil tes yang menunjukkan daging tak layak konsumsi.

Petugas menyita daging yang tidak layak makan. Mereka juga memberi peringatan kepada para pedagang. Warga diminta untuk waspada dan diimbau meneliti daging yang akan dibeli.

Daging gelonggongan juga dijual di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Daging ditemukan Petugas gabungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo di Pasar Songgolangit (lip6)

Puluhan susu kemasan berjamur

SRAGEN - Tim gabungan razia makanan dan minuman (mamin) Pemkab Sragen, menyita puluhan susu kemasan dan kurma berjamur. Razia digelar di Pasar Nglangon, Pasar Bunder, Sragen Kota, Senin (30/8) kemarin. Selain itu, tim gabungan juga memberikan peringatan keras terhadap para pedagang agar tidak lagi menjual produk yang telah rusak karena dikhawatirkan membahayakan kesehatan bagi manusia.

Seperti razia sebelumnya, razia digelar dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), DP2D, Diperinkop dan Sarpol PP. Razia diawali dengan menyisir kios dan pedagang makanan serta minuman yang menjual produk makanan dan minuman di Pasar Bunder.

Dari puluhan kios yang diperiksa, tim banyak menemukan beragam makanan ringan dan minuman kemasan, yang sudah kedaluwarsa, seperti roti kering, dan berbagai jenis roti. Selain makanan dan minuman kedaluwarsa, tim juga mendapati 25 susu kemasan sachet dan 3 bungkus kurma yang diketahui sudah menjamur.

Selain itu, ada sekitar 25 botol minuman kopi dalam kemasan kedaluwarsa, yang nekat dipajang. Karena dinilai membahayakan kesehatan, produk-produk tersebut langsung disita dan para pedagangnya diberi peringatan secara lisan. "Untuk produk susu dalam kemasan, kami temukan ada lubangnya dan di dalamnya sudah menjamur.
Begitu pula dengan kurma dan minuman kemasan yang semuanya kami sita untuk barang bukti. Sementara itu, produk lain yang kedaluwarsa, kami ambil sampel, untuk diuji lab," ujar Kasi Promosi Kesehatan DKK Pemkab Sragen, Triyanta kepada wartawan, di sela-sela razia yang berlangsung di Pasar Bunder, Sragen Kota.

Selanjutnya, dari Pasar Bunder tim bergerak menuju ke Pasar Nglangon. Di pasar ini, tim juga menemukan beragam makanan ringan dan minuman kemasan, yang sudah habis masa pakainya. Di luar makanan dan minuman, tim juga menemukan obat-obatan bertanda khusus, yang dijual bebas di kios-kios. Padahal, berdasarkan aturan, obatobatan itu, hanya boleh dijual atas izin resmi atau resep dokter.

Persuasif
Lebih lanjut Triyanto mengatakan, dari razia yang sudah dilakukan selama dua pekan ini, temuan paling mencolok adalah makanan dan minuman kedaluwarsa. Dari berbagai wilayah kecamatan yang telah dirazia petugas, Kecamatan Masaran adalah wilayah yang paling dominan ditemukannya makanan dan minuman yang tak layak edar.

"Untuk sementara ini, kami mengupayakan pendekatan persuasif dan memberi toleransi kepada para pedagang agar mentaati aturan dan menghindari produk-produk tak layak edar," katanya. (wawasan)

Oknum Kepala Desa di Sragen Terlibat Kasus Penggelapan Mobil

Kepala desa (Kades) Genengduwur, Gemolong, Sragen, Didik Purnomo alias Mogol, 38 terlibat kasus penipuan dan penggelapan mobil.Aparat Polres Sragen berhasil mengungkap kasus itu, Selasa (27/7). Selain membekuk dua tersangka, yakni Didik Purnomo dan Sulamto, 40, warga Sukorejo RT 11, Tegaldowo, Gemolong, aparat juga berhasil menyita mobil Honda Jazz Nopol AB 1100 B. 

Pengungkapan kasus tersebut berawal saat ada laporan sebuah mobil mencurigakan dari arah Cepu ke Sragen, lantaran mobil tersebut tidak memiliki surat menyurat lengkap. Dari hasil pelacakan, mobil tersebut ternyata milik Iwan Guritno BE, 48, warga Jl Sorowayan Baru No 5, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Mobil tersebut tiba-tiba berada di tangan Bambang dan

Untung dan dijadikan jaminan untuk meminjam uang Rp 30 juta kepada Sulamto melalui perantara Kades Genengduwur Didik Purnomo. Aparat langsung membekuk dua tersangka Didik dan Sulamto. Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra melalui Kasatreskrim AKP Y Subandi saat ditemui wartawan, Selasa kemarin, menerangkan, keterangan yang dihimpun aparat Polres Sragen, mobil itu disewa seorang mahasiswa berinisial RP, 23, warga Pati yang kuliah di sebuah universitas di Yogyakarta.

Sumber : solopos online

Seorang Anak Tewas Diduga Keracunan Makanan Takjil


Kematian bocah Muhammad Iqbal Tawakal, 3,5, diyakini orangtuanya diduga disebabkan keracunan makanan takjilan di Masjid Al Asri, Perumahan Candi Asri, Karangmalang, Sragen. Keluarga korban meminta perkara tersebut diusut lebih lanjut secara hukum. Ibunda korban, Suratmi, saat ditemui wartawan di rumahnya, Minggu (15/8), menjelaskan kronologi penanganan anak bungsunya yang berumur di bawah lima tahun itu. Kondisi Suratmi masih shock dengan kematian anaknya. Dia baru menyadari kondisi yang dialaminya ternyata juga dialami sejumlah warga di Candi Asri.


“Pembagian takjilan itu berlangsung pada buka puasa pertama untuk sebanyak 50 anak. Janis makanan yang dibagi tidak hanya dua jenis, melainkan empat jenis, yakni sarang gesing, ager-ager, sejenis kue apem dan kacang atom. Pemberian takjilan itu dibagi empat orang. Nah, kebetulan anak saya yang kecil itu juga ikut makan,” ujar Suratmi yang juga pengasuh taman pendidikan Alquran (TPA) di masjid itu.

Dia mengaku drop kesehatan pada Kamis (12/8) bersamaan dengan kondisi anaknya. Kebetulan anak sulung Suratmi tidak ikut makan makanan takjilan, sehingga tidak mengeluhkan mual dan sebagainya. Dia menguraikan, korban mengalami muntah sekali dan mencret berulang kali dengan selang waktu kurang dari 10 menit. Bau berak korban, ujarnya, juga aneh tidak seperti berak bocah yang kesehatannya normal.

“Saya cukup minum obat maag. Sekitar pukul 21.00 WIB anak saya mengalami kejang dan segera dibawa ke RSU Sarila Husada. Saya sempat ditanya petugas medis di UGD RSU itu, anaknya makan apa? Karena memang tidak makan apa-apa, ya saya jawab tidak makan apa-apa. Saya juga sempat tanya dokter jaga, dan jawabnya anak saya mengalami radang otak. Saya kaget, kok bisa? Sebelumnya belum pernah ada keluhan apa dari anak saya,” kisahnya.

Waktu dirawat di RSU Sarila Husada, ungkapnya, Iqbal sempat mengalami kejang beberapa kali dan sempat diambil sampel darahnya. Dia menyeritakan, dokter meminta saya untuk merujuk Iqbal ke RSU Solo, karena kondisi belum siuman. “Sekitar Jumat (13/8) pukul 11.30 WIB, Iqbal saya bawa kr RSU Kasih Ibu Solo. Sesampainya di RSU langsug masuk ICU dan masuk ruang isolasi. Jadi anak saya hanya berahan tiga jam di ruang isolasi. Sekitar pukul 17.24 WIB, saya diberitahu dokter bahwa Iqbal telah tiada,” paparnya dengan sesekali membasuh air matanya.

Semula Suratmi menerima kematian Iqbal dengan iklas karena takdir Tuhan. Namun setelah mendengar keluhan kondisi yang sama dari tetangga dan sejumlah aparat Polsek Karangmalang berkunjung ke rumahnya, baru kecurigaan terhadap makanan takjilan muncul. Setelah ditelusuri, Suratmi menyakini dugaan kematian anaknya disebabkan keracunan makanan.

Ayahanda korban, Agus S pun juga memiliki analisa yang sama. Keyakinan Agus terhadap dugaan akibat keracunan itu 100%. Dia sempat melakukan kondultasi ke praktisi hukum di Solo untuk meminta masukan langkah-langkah apa yang harus ditempuh. “Saya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Jika nantinya ada bukti yang kuat, maka saya akan melaporkan ke penegak hukum secara resmi. Dalam waktu dekat saya akan menemui orang-orang yang mengalami hal senada. Mestinya ada empat jenis makanan yang diambil sampel. Siapa yang membuat, ada kesengajaan atau tidak? Semua itu harus diusut,” 
 

Dua Wanita Pencuri Motor Terekam Kamera CCTV Saat Beraksi

Dua orang wanita tak dikenal tertangkap kamera pengintai (CCTV) saat tengah mencuri sepeda motor di lokasi parkir di halaman Warung Internet (Warnet) Movies Station di Cantel Kulon, Sragen Kota, Sragen Rabu (18/8) sekitar pukul 05.30 WIB. Sayangnya, kedua wanita misterius itu berhasil kabur dengan membawa motor curian sebelum rekaman kamera diketahui sang pemilik warnet. Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sepeda motor yang hilang adalah Honda Beat AD 2432 AN milik Agung Kristianto (26), warga setempat. Meski berlokasi di dekat jalan umum, namun pagi itu, situasi sekitar lokasi masih lengang. 

Saat kejadian,korban tengah berada di warnet untuk sebuah keperluan. Sebelum masuk ke Warnet ia pun tak lupa mengunci sepeda motornya. Diduga, saat tengah asyik bercengkerama dengan dunia maya itulah, dimanfaatkan dua pelaku untuk mengambil sepeda motor warna hitam yang belum lama dibeli itu.
Korban baru sadar ketika hendak pulang dan kaget mendapati motornya sudah raib. Sontak ia langsung melapor ke operator warnet yang sedang bertugas di dalam. Sang operator pun langsung teringat dengan perangkat CCTV yang terpasang di pojok warnet bagian luar. Setelah diputar ulang, barulah diketahui bahwa pelaku pencurian adalah dua orang perempuan dengan muka tertutup helm.

Korban ditemani sang operator kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Sragen Kota. Bersamaan dengan itu, juga diserahkan rekaman CCTV yang memuat rekaman saat kejadian berlangsung. Dari pantauan Joglosemar, dalam rekaman yang gambarnya agak goyang itu, terlihat dua perempuan dengan tenang mendekati motor yang dijadikan sasaran. Satu bertugas mengawasi situasi sekitar sedang satunya membuka kunci. Tak lebih dari lima menit, keduanya berhasil menggaet motor dan kemudian langsung kabur.  

Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra melalui Kapolsek Sragen Kota AKP Agus Irianto membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih menyelidiki hasil rekaman CCTV untuk mengungkap sekaligus melacak identitas pelaku. Kejadian pencurian sepeda motor di warnet bukan kali ini saja. Akhir bulan Juli lalu, sebuah sepeda motor Mio (nopol belum diketahui-red) milik salah satu pengunjung warung internet (warnet) di kawasan Teguhan, Karangmalang juga raib digondol maling. Sepeda motor yang juga baru dibeli tersebut hilang saat diparkir di halaman warnet yang memang tidak dijaga petugas.
 

Surat Ijin Pemeriksaan dari Presiden Terkait Ijazah Palsu Untung Wiyono Segera Turun

Surat Permohonan Izin Pemeriksaan Bupati Sragen ke Presiden dikabarkan sudah di ambang pintu. Berkembang informasi, dalam waktu dekat surat izin dari Presiden bakal segera turun dengan diiringi agenda pemeriksaan. Salah satu yang mengklaim memegang bukti tertulis soal Izin Presiden adalah Koordiantor LSM LINTAS Saiful Hidayat. Ia mengaku sudah mendapatkan bukti tertulis dari Bareskrim Polri mengenai pemberitahuan soal perkembangan pengajuan permohonan pemeriksaan Bupati Sragen. 

Dalam Surat Tertulis dari Bareskrim Mabes Polri No: B/2018/DIT-I/VIII/2010 tertanggal 10 Agustus 2010 itu, disebutkan bahwa Permohonan Izin Pemeriksaan Bupati Sragen atas dugaan pemalsuan ijazah sudah direspons oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) dan tidak lama lagi surat izin bakal diturunkan.
“Saya sudah konfirmasi ke Polda dan jawaban dari Tim Polda sudah jelas kalau Surat Izin Pemeriksaan sudah siap. Tinggal nunggu waktu. Paling lambat 3 Oktober sudah turun,” paparnya kepada wartawan Jumat (20/8) kemarin. Dalam surat yang ditandatangani Dir I Kam dan Trannas Bareskrim Polri Brigjenpol Saud Usman Nasution itu dicantumkan bahwa permohonan pemeriksaan izin juga sudah mendapat tanggapan dari Polri. “Bahkan dalam surat izin presiden itu statusnya langsung tersangka,” ketus Saiful. 

Sementara, menanggapi kabar ini Bupati Sragen Untung Wiyono mengaku belum yakin. Menurutnya, dokumen negara seperti Izin Pemeriksaan dari Presiden tidak akan dengan mudah beredar. Ia justru menyangsikan dokumen tersebut. “Jangan-jangan itu palsu,” ujarnya singkat kepada wartawan.

sumber : joglosemar

 

Pengunjung Online

Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Berita Pulau Seribu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah