Karena pulau ini tidak berpenghuni maka akses ke sana amat sulit dilakukan. Tetapi karena daya tarik yang seakan memanggil-manggil, maka saya menyempatkan diri menyambangi pulau ini.
Pulaunya kecil, bisa dikelilingi kalau mau bersusah payah karena dikelilingi oleh hutan dengan aneka pepohonan khas pantai. Artinya harus bersusah payah melewati semak belukar dan berbasah-basahan untuk menemukan titik dimana kita memulai mengelilingi pulau.
Di pulau ini terdapat Mercu Suar peninggalan Belanda yang masih kukuh berdiri sampai saat ini. Mercu suar ini terbuat dari plat besi yang digabungkan dengan menggunakan baut dan mur. Pada beberapa bagian nampak berkarat dan menimbulkan lubang menganga yang cukup seram jika terperosok.
Karena terbuat dari plat besi, kalau petir datang, kita bisa merasakan kejutannya. Walaupun dipasang penangkal petir, mercu suar ini masih sedikit mengantarkan listrik dari petir jadi rasa sedikit terkejut akan menjadi sensasi tersendiri. Minimal sudah merasakan bagaimana rasanya tersambar petir.
Ada lima belas lantai untuk mencapai puncaknya. Jangan dikira ringan, karena untuk menaikinya, nafas cukup dibuat senen kamis. tetapi begitu sampai diatas akan terlihat betapa indahnya perairan di sekitar Pulau Damar. Hutannyapun lebat terlihat dari atas. Nampak jelas beda dan kedalaman perairan di depan kita.
Mercu suar ini harusnya dijaga sedemikian rupa sehingga terhindar dari kerusakan. Bayangkan saja, mercu suar ini sudah berdiri tahun 1879. Bahkan bangunan-bangunan lainnya yang melengkapi mercu suar seperti bunker, benteng dan kompleks perumahan peninggalan Belanda di sia-siakan begitu saja. Bangunan tersebut sudah sedemikian parahnya sehingga nyaris tidak menimbulkan kesan yang mendalam. Padahal bangsa yang besar lahir karena menghargai sejarahnya. Nyatanya ?
Di Pulau ini juga terdapat kuburan kramat jadi jangan heran kalau malam Jum'at banyak pengunjung yang menziarahi makam tersebut. Bahkan team uka-uka pernah menguji nyali orang-orang berani, yang suka keluyuran malam-malam melihat dunia gaib dan sejenisnya. Entah siapa yang dikuburkan di sana karena saya enggan untuk menengok tulisan di batu nisannya. Disamping saya tidak menyukai hal-hal yang berbau mistis, saya juga membenci takhayul dan sebangsanya
Kalau ada yang berminat berkunjung ke Pulau Damar, silahkan saja. Banyak yang menarik di sana. Minimal, kita akan mengetahui bahwa menjadi petugas penjaga mercu suar sungguh tidak enak. Gajinya kecil dan harus tinggal selama enam bulan. Kalau saya tentu akan kabur dan memilih daratan sebagai tempat pelarian. Mana betah tinggal sendirian. (kepulauanseribu.multiply)
Untuk Paket Murah ke Pulau Seribu Klik Disini