Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Obyek Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obyek Wisata. Tampilkan semua postingan

Satu dari Seribu Upaya Penangkaran Penyu Sisik

Pulau Pramuka - Bayangkan betapa banyaknya telur yang berjumlah seribu bila menetas. Jangan heran, sebab penyu memang memiliki banyak telur. Jumlah induk yang tidak banyak sekalipun, jumlah seribu telur akan mudah dicapai mengingat satu penyu bisa menghasilkan sekitar 250 telur. Sayangnya dari seribu telur penyu yang menetas, hanya satu yang mampu tumbuh menjadi dewasa dan kembali ketempat dimana penyu tersebut menetas, 5 sampai 10 tahun mendatang.

Kondisi yang saya gambarkan diatas adalah kondisi yang normal. Artinya, penyu-penyu yang baru menetas secara alami akan mencapai permukaan air. Sebelum mencapai bibir pantai, penyu biasa dimangsa predator seperti biawak. Jikapun mencapai bibir pantai serta mencapai lautan lepas, anak penyu belum bebas sepenuhnya. Lagi-lagi sang predator menanti dibawah lautan. Yang selamatpun harus menunggu 5-10 tahun untuk mencapai ukuran 20-40 cm. Dari seribu anak penyu yang menetas, diperkirakan hanya satu ekor yang kembali lagi ke tempat anak penyu tersebut ditetaskan.

Seiring dengan bertambahkan jumlah manusia, penyu mengalami berbagai kesulitan baru. Manusia yang seringkali merusak habitat penyu bertelur. Manusia juga memburu telur-telurnya sehingga hampir tidak menyisakan kelestariannya. Belum puas dengan telurnya, manusia memburu penyu-penyu dewasa, apalagi kalau bukan untuk dikonsumsi atau dijadikan survenir menarik yang dipajang di dinding rumah. Belum lagi polusi yang disebabkan oleh manusia. Limbah cair berupa tumpahan minyak dari pengeboran minyak di lepas pantai ataupun minyak buangan kapal-kapal besar juga limbah padat seperti plastik yang masuk dalam perairan dan habitat penyu. Penyu seringkali mati karena penyebab-penyebab diatas.

Beberapa upaya dilakukan untuk melestarikan penyu ini. Salah satunya adalah penangkaran penyu sisik di Pulau Pramuka. Penangkaran penyu dirintis sejak tahun 1984. Semula dilakukan di Pulau Semak Daun dan sekarang dilanjutkan di Pulau Pramuka. Sekilas tempat penangkaran ini tidak terlalu luas. Ada dua bangunan induk. Bangunan pertama adalah tempat pembesaran penyu sedang tempat kedua adalah rumah pengelola penangkaran. Biasanya telur-telur penyu di ambil dari Pulau Peteloran Timur dan Barat yang letaknya berada digugusan terluar Kepulauan Seribu. Pulau seluas 5.000 m2 yang berpasir kasar dan bercampur pecahan karang merupakan tempat yang favorit bagi penyu sisik untuk bertelur.

Telur-telur yang berasal dari Pulau Peteloran diambil untuk ditetaskan dimedia pasir yang dipagari sehingga terhindar dari predator. Tempatnya dibuat sebagaimana habitat aslinya. Telur-telur yang menetas kemudian dibesarkan dalam bak-bak penangkaran. Ukurannya yang bervariasi saat saya kunjungi membuat kita mengetahui bagaimana penyu-penyu tersebut berkembang dalam bak-bak penangkaran. Yang termuda berusia dua bulan dan yang tertua berusia dua tahun dengan ukuran lumayan besar.

Penyu-penyu ini nantinya akan dilepaskan kembali ke laut lepas setelah dianggap bisa menghindar dari predator. Berdasarkan teori satu dari seribu, penyu-penyu yang cukup umur akan terhindar dari kematian ataupun dimangsa predator. Ini artinya upaya penangkaran tersebut meningkatkan populasi penyu di lautan lepas.

Kalau anda berkunjung ke Pulau Pramuka, cobalah amati anak-anak penyu sisik dalam bak-bak penangkaran dengan waktu yang agak lama. Lama kelamaan akan timbul rasa kasihan pada makhluk yang terancam punah tersebut. Niatkan pada diri anda untuk tidak menambah hidup penyu-penyu berada dalam kesulitan.

Tekadkan diri anda untuk membuat penyu-penyu eksis secara alamiah di alam. Cara yang paling mudah adalah jangan menambah polusi di perairan Kepulauan Seribu. Kedua, jangan pernah mau membeli apapun bila yang ditawarkan adalah telur penyu atau cangkangnya. Mudah-mudahan, kedua cara tersebut membantu penyu-penyu sisik kita tetap hidup dalam perairan Kepulauan Seribu.


Sumber : www.pulauseribu.net
Link : http://www.pulauseribu.net/modules/news/article.php?storyid=42

Asyiknya Melongok Sensasi Penyu Bertelur

Buat anda yang sudah menjadi ayah, pasti merasakan sensasi rasa tersendiri ketika menyaksikan proses kelahiran anak yang dinanti. Sensasi yang membuat jantung anda berdegup kencang dan keringat dingin membanjir. Sensasi yang kemudian diakhiri dengan membuncahnya perasaan lega ketika akhirnya si jabang bayi nongol ke dunia dengan selamat.

Buat anda yang belum pernah menjadi ayah, pasti ingin merasakan sensasi rasa tersebut. Tapi, soal anak memang soal rezeki. Jika yang kuasa belum berkehendak apa mau dikata.

Menyaksikan penyu bertelur memang tidak sama dengan menyaksikan kelahiran anak manusia, tapi, sensasi rasa yang diberikan tak kalah seru. Mulai dari menahan kantuk menunggu penyu mendarat, menahan suara agar penyu tidak mengurungkan niatnya bertelur karena terganggu, hingga berdebar-debar menyaksikan telur penyu diletakkan satu-satu.

Dengan luas 147.491 hektar TNLKpS memang menyimpan banyak potensi wisata. Sebagai salah satu taman nasional laut di Indonesia yang ditetapkan pada tahun 2002, keindahan panorama baik di darat maupun di dalam lautnya tidak kalah dengan Taman Nasional Laut wilayah lain. Kekhasan dari TNLKpS yang membedakan dengan taman nasional lainnya adalah ekosistem pulau-pulau sangat kecil dan perairan laut dangkalnya.

Buat yang tidak bisa berenang, masih ada jalan lain untuk menyaksikan keindahan panorama bawah laut di TNLKpS. Lorong aquarium bawah laut yang dirancang dengan canggih membuat anda bisa dengan nyaman menyaksikan ikan-ikan berenang di antara keindahan karang.

Kegiatan wisata lain yang bisa dilakukan adalah melihat pembibitnn mangrove (pohon bakau) baik di pantai atau di daratan. Anda bahkan bisa ikutan menanamnya. Selain itu menyaksikan berbagai hewan dan tumbuhan yang hidup di sekitarnya membuat anda tidak sekedar meIepas lelah tapi juga bertambah pintar.

Selain jenis-jenis wisata tersebut, wisata "standar" khas wisata pantai dan pulau-pulau kecil tentu bisa anda lakukan disini. Mulai dari sekedar bercengkrama bersama teman dekat sambil menyaksikan matahari terbenam hingga bakar ikan di tepi pantai.

Ongkos murah

Soal ongkos, plesir ke Pulau Seribu memang tak mahal. Kita bisa menggunakan transportasi umum yang banyak tersedia. Jika kapal rakyat (ojek) dari Muara Angke dengan tarif sekali jalan hanya Rp 25.000.

Anda yang tak suka berlama-lama di dalam kapal bisa memilih menggunakan kapal speedboat dari Marina Ancol dengan tarif sekali jalan Rp 75.000. Anda juga bisa menggunakan speedboat milik Transjakarta yang juga berangkat dari tempat yang sama dengan tarif hanya Rp 30.000 saja.

Jika dilakukan secara perorangan, bila ingin melakukan secara berkelompok hingga ingin mencarter alat-alat transportasi tersebut juga bisa ketentuan tarifnya dapat dilihat langsung dilokasi.

Jika ingin menetap, berbagai fasiIitas akomodasi yang tersedia pun bakal membuat anda betah. Anda bisa memilih berbagai resort yang ada di berbagai pulau dengan harga berkisar antara Rp 300.000 - Rp 1,5 juta per harinya.

Jika menganggap harga tersebut masih kemahalan, anda bisa memilih penginapan di pulau pemukiman, yakni pulau yang memang menjadi tempat penduduk tinggal. Di pulau ini anda bisa menginap di vila Kepulauan Seribu dengan biaya Rp 250.000 per hari di kamar yang berkapasitas 2-4 orang.

Anda juga bisa menginap di rumah penduduk dengan biaya sewa Iebih murah lagi, berkisar Rp 100.000 - Rp 200.000 per hari. Jadi sambil menikmati suasana Pulau Seribu anda bisa berinteraksi dengan penduduk setempat yang umumnya nelayan.

Yang membuat anda bakal Iebih nyaman berwisata di Taman Laut Kepulauan Seribu adalah lengkapnya sarana keselamatan. Kegiatan-kegiatan yang berlangsung di lapangan terutama pada saat di laut, selalu didampingi beberapa petugas keselamatan dan keamanan. Para petugas ini juga didampingi oleh tim SAR (search and rescue) hal ini guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Taman Laut Kepulauan Seribu memiliki 77 orang petugas yang akan selalu mendampingi para pengunjung terutama untuk kunjungan secara berkelompok, 30 orang diantaranya sudanh mengantongi sertifikat Basarnas (Badan SAR Nasional).

Sumber : Majalah Demersal




Mercusuar di Pulau Damar

Pulau Damar adalah pulau yang sendiri di Timur Teluk Jakarta. Tidak ada akses untuk bisa ke pulau ini kecuali mencarter perahu kayu milik nelayan yang sering disewakan di Cilincing atau Kali Kresek dekat Pelabuhan Tanjung Priuk dengan uang sewa sekitar Rp. 100.000,/PP.

Karena pulau ini tidak berpenghuni maka akses ke sana amat sulit dilakukan. Tetapi karena daya tarik yang seakan memanggil-manggil, maka saya menyempatkan diri menyambangi pulau ini.

Pulaunya kecil, bisa dikelilingi kalau mau bersusah payah karena dikelilingi oleh hutan dengan aneka pepohonan khas pantai. Artinya harus bersusah payah melewati semak belukar dan berbasah-basahan untuk menemukan titik dimana kita memulai mengelilingi pulau.

Di pulau ini terdapat Mercu Suar peninggalan Belanda yang masih kukuh berdiri sampai saat ini. Mercu suar ini terbuat dari plat besi yang digabungkan dengan menggunakan baut dan mur. Pada beberapa bagian nampak berkarat dan menimbulkan lubang menganga yang cukup seram jika terperosok.


Karena terbuat dari plat besi, kalau petir datang, kita bisa merasakan kejutannya. Walaupun dipasang penangkal petir, mercu suar ini masih sedikit mengantarkan listrik dari petir jadi rasa sedikit terkejut akan menjadi sensasi tersendiri. Minimal sudah merasakan bagaimana rasanya tersambar petir.

Ada lima belas lantai untuk mencapai puncaknya. Jangan dikira ringan, karena untuk menaikinya, nafas cukup dibuat senen kamis. tetapi begitu sampai diatas akan terlihat betapa indahnya perairan di sekitar Pulau Damar. Hutannyapun lebat terlihat dari atas. Nampak jelas beda dan kedalaman perairan di depan kita.

Mercu suar ini harusnya dijaga sedemikian rupa sehingga terhindar dari kerusakan. Bayangkan saja, mercu suar ini sudah berdiri tahun 1879. Bahkan bangunan-bangunan lainnya yang melengkapi mercu suar seperti bunker, benteng dan kompleks perumahan peninggalan Belanda di sia-siakan begitu saja. Bangunan tersebut sudah sedemikian parahnya sehingga nyaris tidak menimbulkan kesan yang mendalam. Padahal bangsa yang besar lahir karena menghargai sejarahnya. Nyatanya ?

Di Pulau ini juga terdapat kuburan kramat jadi jangan heran kalau malam Jum'at banyak pengunjung yang menziarahi makam tersebut. Bahkan team uka-uka pernah menguji nyali orang-orang berani, yang suka keluyuran malam-malam melihat dunia gaib dan sejenisnya. Entah siapa yang dikuburkan di sana karena saya enggan untuk menengok tulisan di batu nisannya. Disamping saya tidak menyukai hal-hal yang berbau mistis, saya juga membenci takhayul dan sebangsanya

Kalau ada yang berminat berkunjung ke Pulau Damar, silahkan saja. Banyak yang menarik di sana. Minimal, kita akan mengetahui bahwa menjadi petugas penjaga mercu suar sungguh tidak enak. Gajinya kecil dan harus tinggal selama enam bulan. Kalau saya tentu akan kabur dan memilih daratan sebagai tempat pelarian. Mana betah tinggal sendirian. (kepulauanseribu.multiply)


Untuk Paket Murah ke Pulau Seribu Klik Disini

Surga Lautan Di Pulau Pramuka

Pulau Pramuka - Pulau Pramuka memang sudah terlalu jauh dari Jakarta. Dengan menggunakan kapal penyebrangan dari Muara Angke dapat ditempuh dengan waktu dua jam lamanya. Pulau yang berada di gugusan taman nasional laut Kepulauan Seribu memiliki banyak fanorama yang menarik. Lautnya yang biru serta berdekatan dengan Taman laut memungkinkan para penggemar selam maupun snokling menjadikan Pulau Pramuka sebagai tempat singgah yang ideal.

Pulau Pramuka memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Sebagai pusat pemerintahan Kepulauan Seribu, wajar saja kalau pulau ini memiliki berbagai fasilitas dari sekolah, gedung pemerintahan, masjid maupun penginapan yang cukup terjangkau karena tidak terlalu mahal.

Pulau Pramuka juga memiliki pusat informasi taman laut, dimana tersimpan berbagai foto maupun hewan-hewan laut yang sudah diawetkan. Ini tentunya sangat membantu mendapatkan informasi tentang apa saja isi taman nasional laut dengan kekayaan alamnya. Bersebelahan dengan pusat informasi terdapat penangkaran penyu sisik. Telur yang berasal dari Pulau Peteluran ditetaskan secara alamiah di sini. Hasilnya, penyu-penyu kecil siap untuk diarungkan ke laut.

Pulau Pramuka juga merupakan pulau berpenduduk dimana sebagian besar dihuni oleh nelayan. Kekayaan alami dengan limpahan ikan-ikan lautnya membuat penduduk pulau ini terlihat sejahterah. Jarang ditemui bangunan rumah yang buruk di pulau ini. Sebagian besar rumahnya sangat memadai.

Para penyelam dapat menyewa alat-alat selam dengan seorang pendamping. Peralatan snokling juga disewakan ditempat ini. Perahu dapat disewa dengan bayaran yang tidak terlalu mahal. Jadi apalagi yang perlu diragukan bila berkunjung ke Pulau Pramuka. Jangan lewatkan waktu begitu saja di Pulau ini. Tanpa keahlian menyelampun, kita bisa menikmati bawah laut dengan snokling. Jangan takut tenggelam karena pendamping akan memilih tempat yang tidak dalam walaupun terletak di perairan yang jauh dari pulau. Jadi jangan lewatkan waktu untuk tidak menikmati surga lautan di Pulau Pramuka. (puser)















Untuk Melihat Paket Murah, Klik Gambar diatas

Sumber : www.pulauseribu.net
Link  : http://www.pulauseribu.net/modules/news/article.php?storyid=1428


 

Pengunjung Online

Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Berita Pulau Seribu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah