Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Pulau Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau Wisata. Tampilkan semua postingan

Nina Tamam Pilih Kepulauan Seribu Ketimbang Bali

Nina Tamam (Foto: Runi/Okezone)
Nina Tamam (Foto: Runi/Okezone)
DI tengah kesibukannya sebagai penyanyi, Nina Tamam ternyata juga hobi traveling. Dia mengaku sangat menyukai wisata pantai, namun anehnya, pilihan pantainya tidak seperti kebanyakan artis kebanyakan.

Biasanya, sebagian besar wisatawan Indonesia memilih Bali sebagai destinasi wisata pantai terfavorit. Namun, tidak demikian dengan penyanyi solo Nina Tamam. Nina justru lebih menyukai pulau-pulau di Kepulauan Seribu dibanding Bali.

"Kalau pantai, aku lebih suka Kepulauan Seribu daripada Bali. Lebih sepi, terus juga tidak begitu jauh dari pusat kota Jakarta," kata Nina saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Pulau yang menjadi pilihan Nina di Kepulauan Seribu ternyata adalah Pulau Bira. "Pulau Bira itu cantik sekali. Airnya jernih, dan masih sepi karena belum banyak yang tahu. Kalau wisatawan kan biasanya ke Pulau Tidung atau Pulau Pramuka," ujarnya. Selain Pulau Bira, yang menjadi favorit mantan personel Warna ini adalah Pulau Putri Barat.

Meski memilih Kepulauan Seribu, bukan berarti Nina anti terhadap pantai-pantai di Bali. Bahkan diakuinya, ada pantai di sana yang selalu diingat hingga saat ini.

"Aku bilangnya ’pantai setan’. Nama sebenarnya sih Pantai Nyang-nyang, letaknya di sebelah Pantai Kamakandara," tukas Nina.

Pantai tersebut sangat berkesan baginya bukan hanya karena pemandangannya yang indah, namun jalan untuk mencapainya yang sulit. "Jadi itu pantainya cantik banget, untuk masuk ke sana kita harus masuk jalan-jalan yang ditutupi pepohonan dan menuruni 500 anak tangga," jelasnya.

"Wah begitu sampai, benar-benar tidak bisa terbantahkan indahnya. Tapi langsung lemas saat ingin pulang karena harus naik 500 anak tangga lagi," ujarnya sambil tertawa.
Sumber : travel.okezone.com

Mercusuar di Pulau Damar

Pulau Damar adalah pulau yang sendiri di Timur Teluk Jakarta. Tidak ada akses untuk bisa ke pulau ini kecuali mencarter perahu kayu milik nelayan yang sering disewakan di Cilincing atau Kali Kresek dekat Pelabuhan Tanjung Priuk dengan uang sewa sekitar Rp. 100.000,/PP.

Karena pulau ini tidak berpenghuni maka akses ke sana amat sulit dilakukan. Tetapi karena daya tarik yang seakan memanggil-manggil, maka saya menyempatkan diri menyambangi pulau ini.

Pulaunya kecil, bisa dikelilingi kalau mau bersusah payah karena dikelilingi oleh hutan dengan aneka pepohonan khas pantai. Artinya harus bersusah payah melewati semak belukar dan berbasah-basahan untuk menemukan titik dimana kita memulai mengelilingi pulau.

Di pulau ini terdapat Mercu Suar peninggalan Belanda yang masih kukuh berdiri sampai saat ini. Mercu suar ini terbuat dari plat besi yang digabungkan dengan menggunakan baut dan mur. Pada beberapa bagian nampak berkarat dan menimbulkan lubang menganga yang cukup seram jika terperosok.


Karena terbuat dari plat besi, kalau petir datang, kita bisa merasakan kejutannya. Walaupun dipasang penangkal petir, mercu suar ini masih sedikit mengantarkan listrik dari petir jadi rasa sedikit terkejut akan menjadi sensasi tersendiri. Minimal sudah merasakan bagaimana rasanya tersambar petir.

Ada lima belas lantai untuk mencapai puncaknya. Jangan dikira ringan, karena untuk menaikinya, nafas cukup dibuat senen kamis. tetapi begitu sampai diatas akan terlihat betapa indahnya perairan di sekitar Pulau Damar. Hutannyapun lebat terlihat dari atas. Nampak jelas beda dan kedalaman perairan di depan kita.

Mercu suar ini harusnya dijaga sedemikian rupa sehingga terhindar dari kerusakan. Bayangkan saja, mercu suar ini sudah berdiri tahun 1879. Bahkan bangunan-bangunan lainnya yang melengkapi mercu suar seperti bunker, benteng dan kompleks perumahan peninggalan Belanda di sia-siakan begitu saja. Bangunan tersebut sudah sedemikian parahnya sehingga nyaris tidak menimbulkan kesan yang mendalam. Padahal bangsa yang besar lahir karena menghargai sejarahnya. Nyatanya ?

Di Pulau ini juga terdapat kuburan kramat jadi jangan heran kalau malam Jum'at banyak pengunjung yang menziarahi makam tersebut. Bahkan team uka-uka pernah menguji nyali orang-orang berani, yang suka keluyuran malam-malam melihat dunia gaib dan sejenisnya. Entah siapa yang dikuburkan di sana karena saya enggan untuk menengok tulisan di batu nisannya. Disamping saya tidak menyukai hal-hal yang berbau mistis, saya juga membenci takhayul dan sebangsanya

Kalau ada yang berminat berkunjung ke Pulau Damar, silahkan saja. Banyak yang menarik di sana. Minimal, kita akan mengetahui bahwa menjadi petugas penjaga mercu suar sungguh tidak enak. Gajinya kecil dan harus tinggal selama enam bulan. Kalau saya tentu akan kabur dan memilih daratan sebagai tempat pelarian. Mana betah tinggal sendirian. (kepulauanseribu.multiply)


Untuk Paket Murah ke Pulau Seribu Klik Disini

 

Pengunjung Online

Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Berita Pulau Seribu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah